Protected: PUTRI ANGGREYNI (2)
9 06 2013Comments : Enter your password to view comments.
Tags: abai, acuh, akhir, akhirat, Allah, anggreyni, awal, berhasil, bidmillah, cinta, curahan, dalam, dewasa, doa, experience, gagal, hak, hati, heny, heny hariyani, ibadah, ikhtiar, ingat, intimidasi, kampus, kandas, kegiatan, keluarga, kewajiban, kisah, komar, kuliah, laki-laki, lalai, love, mawahdah, move on, mulai, nafis, nafisul ulum arridlo, nastain komarudin, nol, nyata, pengalaman, perasaan, perempuan, pria, putri, Putri Anggreyni, real, respon, rezeki, sakinah, sakit, sangat, sayat, sedih, senang, STIS, stop, strong, terima kasih, UGM, urusan, wanita, warahmah
Categories : about story, inner-beauty
NOT (ONLY) GOVERNMENT’S HOMEWORK
8 03 2013
Assalamu’alaikum
Salam blogger bagi rekan – rekan semua.
Alhamdulillah, pada bulan ketiga di tahun 2013 ini saya akhirnya bisa melepas rindu untuk mulai memanjakan jari saya di keyboard dalam rangka kembali melaksanakan rutinitas (nyaris bukan lagi sebagai rutinitas) blogging. Singkat saja, karena dalam dua bulan terakhir ini saya berada dalam posisi yang cukup sulit untuk melakukan aktivitas blogging, dan pada kesempatan ini pun saya berusaha meluangkan sedikit waktu untuk blogging-ria karena 2 atau 3 hari lagi (kami) akan berangkat ke Semarang dalam rangka Praktik Kerja Lapangan (PKL) 52 Sekolah Tinggi Ilmu Statistik.
Comments : 4 Comments »
Tags: Allah, ampun, banjir, benar, bidaracina, bogor, ciliwung, citizen, cobaan, datang, flood, government, homework, Indonesia, istigfar, jakarta, kampung melayu, kampung pula, kiriman, masyarakat, melanda, pemerintah, penduduk, pergi, perilaku, perspektif, salah, sikap, STIS, vakum
Categories : about story, inner-beauty
(
Selagi berada dalam fase istirahat pasca PKL (Praktik Kerja Lapangan) 52 Sekolah Tinggi Ilmu Statistik di 
Entah apakah ini pemikiran saya yang terlalu radikal atau memang ini sebuah ketidaktahuan masyarakat yang harusnya mereka ketahui. Saya menuliskan posting ini sebagai akibat dari apa yang saya dengarkan dari kolega saya di kampus, sebut saja Raja. Bisa dikatakan dia sebagai kolega saya yang sangat memahami ilmu agama. Berikut kejadiannya, suatu hari kampus kami mengadakan pemilihan ketua dan wakil ketua senat mahasiswa. Ketika di kelas saya menanyakan kepada Raja, “Raja, nanti setelah kelas selesai kita nyontreng ya“. Dengan tegasnya Raja menjawab bahwa ia tidak akan ikut memilih dalam rangka pesta demokrasi tersebut. Dia mengatakan bahwa selama ini kita sudah dibodohi oleh demokrasi. Dia memberikan contoh konkrit yang memberikan judge bahwa demokrasi itu salah. Contoh yang ia berikan sebagai berikut.
















COMMENTATORS