Sebenarnya, kita hanya perlu mencanangkan suatu gerakan “sadar bermatematika”.Berjalan, makan, tidur, bahkan bernapas pun, secara tidak sadar kita menggunakan matematika.Presiden, menteri, guru, siswa, bahkan rakyat kecil yang tidur di kolong jembatan, secara tidak sadar menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari.Dokter, insinyur, pemusik, penyanyi, bahkan pembalap pun menggunakan matematika.
Michael Schumacher ( juara balap Formula 1 ), misalnya memperkirakan berapa besar sudut tikungan yang akan mereka lintasi, berapa derajat kemiringan lintasan, sehingga ia dapat mengetahui kecepatan maksimum mobil Formulanya agar tidak terlempar dari sirkuit.Britney Spears, seorang penyanyi top dunia, akan mengatur seberapa banyak napas yang ia hirup, seberapa lama ia menahan napas, sementara kecerdasan musiknya menghitung ketukan agar lagu yang ia lantunkan enak didengar.Affandi ( almarhum ), pelukis terkenal asal Yogya, tentu saja tidak asal mencampur cat kemudian ditumpahkan pada kanvas.Ia menakar seberapa banyak warna merah dan biru untuk membuat warna ungu yang ia kehendaki.Matematika sudah menyatu dalam kehidupan dan profesi mereka.Matematika bukan hantu yang menakutkan.matematika bukan pelajaran yang terpisah dari kehidupan siswa.Matematika ada dimana-mana.Matematika melekat pada pelajaran biologi, fisika, ekonomi, geografi, PKN, sejarah, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan lain-lainnya.
Para ahli biologi menggunakan matematika untuk melakukan proyek mutasi gen, pemulihan tanaman, sampai pada analisis jasad renik.Para ahli fisika menggunakan matematika untuk menganalisis gerak, mengukur kecepatan, mengukur kuat arus listrik, merancang pesawat ruang angkasa, bahkan sampai pada pembuatan bom nuklir.Para ahli ekonomi menggunakan matematika untuk menetapkan harga, menentukan kapasitas produksi, analisis keuangan, mengukur laju inflasi, menentukan indeks harga, merancang dan melaksanakan pembangunan ekonomi, dan berbagai permasalahan baik secara mikro maupun makro ekonomi.Para ahli geografi menggunakan matematika untuk meramalkan cuaca dan iklim, mengukur tinggi bintang, mengukur curah hujan, menggambar peta baik peta umum maupun peta tematik, penginderaan jauh, tata kota, dan kependudukan.Para ahli sejarah membutuhkan matematika untuk memperkirakan umur fosil, peninggalan-peninggalan sejarah, dan meramalkan peristiwa yang akan datang berdasarkan data historis.Intinya, para ahli dan berbagai disiplin ilmu menggunakan matematika untuk berbagai keperluan yang berkaitan dengan keilmuan mereka.










The last comment