HARI PERTAMA DI BULAN SUCI RAMADHAN

3 09 2008

Saya sangat bersyukur akhirnya pintu ramadhan sudah di depan mata.Saya berkeinginan untuk menghapus dosa-dosa yang selama ini saya ukir.Puasa merupakan ibadah kepada Allah, juga sekaligus untuk menyehatkan badan terutama perut yang selalu memakan apa saja, berguna untuk mengistirahatkan kegiatan metabolisme sel-sel yang selalu aktif.Sebenarnya puasa itu bukan hanya menahan nafsu makan dan minum, tetapi juga menahan nafsu amarah dan menjaga emosi kita dari hal-hal yang mungkin mengurangi pahala bahkan membatalkan puasa kita.Puasa juga menggambarkan nasib kita disamakan dengan fakir miskin, itu berarti Allah tidak memandang kaya dan miskinnya harta seseorang tetapi memandang kaya atau miskinnya ibadah kita kepada-Nya.
Sehari sebelum menjelang puasa, saya menggunduli kepala saya karena saya berpikir,”saat puasa nanti pasti suasana akan memanas, lebih baik saya potong rambut biar lebih… (bukan keren lho, guest it :lol:)”


Tibalah malam saat semua umat muslim melaksanakan sholat taraweh yang dimana dimulai saat ¾ dari malam hingga pagi.Di setiap masjid terdengar lantunan Shalawat Nabi sebagai pertanda untuk melaksanakan sholat taraweh.Sholat taraweh ada yang 23 rakaat (include witir) dan ada juga yang 11 rakaat (include witir), bervariasi.Walaupun berbeda, hal tersebut hukumnya sunnah / diperbolehkan.Masjid Al-Muhajirin, dimana saya dan teman-teman melaksanakan ibadah kepada Allah memilih untuk sholat taraweh dengan 23 rakaat.Pada malam pertama taraweh-an, banyak umat muslim yang berdatangan ke Masjid Al-Muhajirin, baik dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa, bahkan manul, semua demi terwujudnya ibadah kepada Allah.Tapi sesuai kebudayaan yang saya survei setiap tahun, biasanya hal itu hanya terjadi pada malam pertama taraweh-an saja.Untuk hari-hari selanjutnya mungkin hanya tersisa 1/3 dari jamaah saat malam pertama tarawihan.Ada yang beralasan imamnya (pemimpin sholat) terlalu lambat, jalan-jalan, dll.Mereka tidak berpikir bahwa bulan suci ini hanya datang sekali setahun, bagaimana jika diri kita sudah dijemput oleh-Nya.Tidak ada kesempatan lagi bagi kita untuk melaksanakan ibadah yang suci ini kepada-Nya.Tapi biarkan saja, jadikan sebagai INTROSPEKSI DIRI.

Alhamdulillah, taraweh pertama lancar.Insya Allah, untuk kedepannya berkelanjutan seperti itu juga.Sepulang taraweh, saya langsung pulang ke rumah dan terpaku di hadapan televisi, saya tidak tergoda dengan remaja lainnya yang melakukan konvoi / jalan-jalan sebagai peringatan bahwa bulan suci telah tiba, ada juga yang meletuskan kembang api atau semacamnya.Bulan suci, yang diibaratkan mereka sebagai pesta (up to you :wink:)

Sekitar pukul 21.00 WIB, saya langsung menuju kamar dan goes to sleep, supaya saat sahur yang dimulai sekitar pukul 03.00 WIB saya tidak marut (bahasa Suku Banjar).Tapi sebelumnya saya men-setting alarm handphone supaya berdering pukul 02.50 WIB.Tepat pukul 02.50 WIB, Sony Ericsson k750i berderingkan lagu Demi Cinta-Kerispatih dengan volume 4 “Jujur Aku tak kuasa saat terakhir ku genggam tanganmu, namun yang pasti terjadi kita mungkin tak bersama lagi, Bila nanti esok hari kutemukan dirimu bahagia, izinkan aku titipkan kisah cinta kita selamanya….”.Saatnya bangun, dan mencuci muka supaya mata lebih fresh bak melihat cewek seksi :lol:(Astagfirullah saya baru ingat ini Bulan Puasa, kenapa disangkutpautkan dengan cewek seksi :cry:).

Ternyata hanya mama (panggilan saya kepada Ibu :cool:) yang sudah bangun untuk menyiapkan jamuan sahur keluarga.Seraya menunggu mama saya menyalakan televisi dan menonton acara ‘Para Pencari Tuhan Jilid II’ di SCTV, sekitar 5 menit kemudian mama memanggil saya dan menyuruh untuk membangunkan orang-orang yang masih tertidur lelap :-).Saya berkata, ”Seep Mah !?”.Saya pun menuju kamar kakak perempuan saya yang bernama Heny, tanpa pikir panjang saya langsung masuk dan berteriak, “SAHUR….”.Dia masih belum bangun, sekali lagi, ”SAHUR…”.Dia terkejut dengan teriakan saya dan berkata,”Iih…tahu j ku.Keluar sana !”.Tidak apa-apa diusir, yang penting sudah memberitahukan kalau mau sahur.Selanjutnya goes to kamar Abah, saat membuka pintu saya tidak perlu teriak karena bisa dikatakan ayah sensitif, “Bah…bangun, sahur.” Sesuai dugaan Abah langsung bangun dan berkata,”Iya…”.Selanjutnya pergi ke kamar kakak laki-laki saya, Arif.Dia baru saja datang dari Kota Banjarmasin, Dia mengambil cuti demi puasa bersama keluarga, walaupun tidak sampai akhir bulan.Sama halnya seperti Abah, saya tidak perlu teriak untuk membangunkannya.

Semuanya sudah berkumpul, saatnya sahur :grin:.Kami pun masing – masing berniat dalam hati, ”Nawaitu Soumaghadin An’adaai fardhi syahri ramadhaana hadzihissanati lillahita’alasengaja aku berpuasa esok hari karena Allah ta’ala.Arif, Heny, Mama, dan Abah tetap sahur di meja makan.Tetapi, saya sahur di depan televisi sambil menonton (Habitually, don’t try this at home :!:).Dengan melahap sup ayam kampung buatan Mama, ditemani acara ‘Para Pencari Tuhan Jilid II’.

Saya hanya cukup makan sepiring sup ayam kampung, karena kalau terlalu banyak bisa kekenyangan.Sesuai Sabda Rasul,”Makanlah sesudah lapar, berhentilah sebelum kenyang”.Hanya saya, Arif, Heny, dan Mama yang sudah selesai sahur, Abah belum selesai karena kalau makan Beliau sangat menikmati, apalagi kalau makanan buatan mama.Oh..So Sweet :lol:.Kami berempat yang sudah sahur segera mencicipi hidangan penutup yaitu buah pepaya, untuk melancarkan pencernaan.Saat melihat jam, ternyata sebentar lagi imsak.Imsak yaitu pertanda bahwa jika sudah waktunya maka dilarang untuk memasukkan sesuatu ke mulut, seperti makanan dan minuman.Beruntung Abah sudah selesai sahur dan juga mencicipi hidangan penutup, walaupun sedikit.Kami berlima pun segera menggosok gigi supaya gigi dan mulut bersih.Tujuan menggosok gigi saat puasa sebenarnya bukan hanya untuk membersihkan, tetapi menghindari makanan yang masih melekat pada mulut supaya tidak terteguk saat menjalani puasa.Kalau sampai terteguk :sad: What ever.

Akhirnya waktu menunjukkan imsak, dan saat itulah semua umat islam tidak diperbolehkan melemparkan sesuatu ke dalam mulut.Kami berlima pun melaksanakan kegiatan masing-masing.Mama mengambil Al-Quran dan segera mengaji, Heny meminjam notebook Arif untuk mengetik tugasnya sedangkan saya, Abah, dan Arif menonton televisi.Kami mengisi waktu kosong dengan kegiatan tersebut sambil menunggu lantunan Adzan Shubuh.Tidak lama kemudian, “Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar Asyhaduallailahailallah…”.Alhamdulillah, Adzan Shubuh berkumandang.Saya pun bersiap-siap untuk pergi ke Masjid Al-Muhajirin yang sekitar 50 langkah dari rumah saya.Begitu pula Abah dan Mama untuk bersiap-siap pergi ke Masjid.Arif ternyata sudah tertidur di hadapan televisi, sedangkan Heny hanya sholat di rumah karena segera melanjutkan menyelesaikan pekerjaannya.

Kami bertiga pun pergi ke Masjid, Abah dan Mama segera mengambil tempat untuk sholat shubuh karena mereka sudah mengambil air wudhu di rumah.Sedangkan saya harus mengambil air wudhu di Masjid dulu sebelum melaksanakan ibadah sholat.Qamat sudah dikumandangkan, saatnya sholat shubuh.Dengan suasana yang khusyuk, terdengar gema “Allahuakbar”.Sholat dimulai dengan hati, semua umat menyembah kepada Allah.Sholat shubuh pun selesai, imam pun segera memimpin doa supaya kami dikuatkan dalam berpuasa nanti.Setelah selesai, diadakan KulTum (Kuliah 7 menit, walaupun sebenarnya tidak 7 menit :lol:), dengan penceramah nya seorang Ustadz.Karena saya tidak terbiasa dengan hal tersebut, saya langsung pulang ke rumah dan beristirahat.Ada teman sebaya yang mengajak jalan-jalan.Tapi saya malas, lebih baik istirahat di rumah.Kemudian, sekitar pukul 05.00 WIB saya bangun dan segera berpikir apa yang ingin saya lakukan.Saya berpikir, “Mumpung bulan puasa, lebih baik berolahraga untuk melatih fisik saya”.Tanpa pikir panjang, saya langsung lari-lari kecil disusul dengan naik turun tangga, push up, lompat, dsb.Saya selesai berolahraga sekitar pukul 06.30 WIB.Saya langsung beristirahat dengan nafas ngos-ngosan.Ternyata berolahraga sangat segar di pagi hari, karena udara masih belum tercemar oleh asap-asap kendaraan bermotor.Sekitar pukul 07.00 WIB saya segera mengambil handuk dan mandi, Islam menganjurkan supaya saat berpuasa tidak mandi saat siang hari karena hukumnya makruh.Untuk itulah saya mandi di pagi hari (padahal kalau hari libur biasa, saya biasa mandi di waktu siang :mrgreen:).”Byur…!” badan terasa segar saat mandi, apalagi sehabis olahraga, Maknyus.

Setelah selesai mandi, saya segera berpakaian segera berangkat ke sekolah karena ada janji untuk melaksanakan proyek fisika di lantai 2, yang merupakan kejadian gerak jatuh bebas.Untung saja ada motor mama yang nganggur, jadi bisa dipakai untuk ke sekolah.Tapi sebelum berangkat ke sekolah, saya harus menjemput Mumuh ‘gammabunta’ terlebih dahulu di Jl. Sapan 1A no.144 yang jaraknya sekitar 5 km dari rumah saya.Setelah menjemput Mumuh, saya langsung menghubungi personil lainnya, yaitu Nina ‘gammabunta’ dan Lia ‘gammabunta’ untuk segera datang ke sekolah.Tanpa bertele-tele, saya dan Mumuh langsung pergi menuju sekolah.Sesampainya di sekolah, ternyata belum ada personil lainnya yang datang, hanya ada 2 manusia di situ, yaitu saya dan Mumuh.Sekitar 5 menit kemudian, Nina datang dengan kendaraan ‘Mio putih’-nya.Tidak lama juga setelah itu, Lia datang dengan ‘Smash hitam silver’-nya.Kami segera melaksanakan proyek, mengapa kami ingin proyek cepat diselesaikan ? Karena semua personilnya beragama Islam, sehingga ingin segera pulang untuk istirahat :lol:

Alhamdulillah, proyek akhirnya terselesaikan.Kami segera pulang untuk beristirahat.Saya juga bergegas pulang ke rumah, tapi saya harus mengantar Mumuh terlebih dahulu.Setelah mengantar Mumuh, saya segera bergegas pulang ke rumah, dan mengerjakan hasil proyek fisika tersebut dalam bentuk Excel.Untung saya bisa mengerjakan itu, walaupun tidak terlalu baik, yang penting sudah berikhtiar.Setelah mengerjakan itu, saya berbaring sebentar karena kelelahan.Eh, ternyata saya malah ketiduran.Saya tidur kira-kira sampai pukul 12.30 WIB.Wow, lama sekali.Setelah terbangun, saya langsung menonton televisi, karena tidak ada kegiatan lain.Sekitar pukul 14.00 WIB, saya pergi ke WarNet karena ingin mengirimkan hasil proyek tersebut ke rudy_hilkya2805@yahoo.com yang merupakan e-mail Guru Fisika.Saya pergi ke WarNet Speedy yang lokasinya berdekatan dengan Masjid Al-Muhajirin.Saya On-Line bukan hanya untuk mengirim tugas, tetapi sekaligus browsing dan chatting.Saya On-Line sekitar 2 jam.Setelah selesai browsing, saya pulang ke rumah dan bermain basket di halaman rumah saya sendiri, sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Alhamdulillah, akhirnya waktu berbuka tiba.Bergegas saya ke ruang makan, berkumpul dengan keluarga dan “Allahumma lakasumtu wabika amantu wa’ala rizkika aftortu birohmatika ya arhamarrahimin”.makanan yang paling pertama dicicipi adalah buah kurma yang manis, Rasul bersabda, “berbuka puasa lah dengan makanan yang manis”.Alhamdulillah, Insya Allah Puasa Ramadhan perdana di tahun ini tunai.Insya Allah puasa pada hari – hari berikutnya semua terlaksana dengan baik, Amien.

Sekian perjalanan perdana Puasa Ramadhan tahun ini, dari malam tarawih hingga berbuka puasa :lol:

Wassalamu’alaikum Wr. Wb. :mrgreen:

ini adalah foto saat saya dan teman-teman sehabis ngabuburit di Jjalan Garuda, Palangka Raya setelah sholat shubuh


Actions

Information

3 responses

4 09 2008
gammabunta5

ada personil gammabunta yg ditengah…
haji kah sudah??

20 09 2008
erainz

panjang banget seritanya doo,,

cape bacanya,,,,

10 03 2011
School Online

I like This

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 30 other followers

%d bloggers like this: