PERJUANGAN !

2 08 2012

Setelah berkutat ria dengan wewangian “statistik” pada posting – posting sebelumnya, maka kali ini kita akan sedikit membangkitkan atau meningkatkan kekuatan batin dengan memaknai ekspansi perjuangan.Berikut merupakan kisah aktual yang saya dapati dalam beberapa hari ini di tanah kelahiran tercinta, Palangka Raya ; Saya mempunyai kenalan dua pasang suami-istri yang berprofesi sebagai pedagang makanan.Dimulai dari kisah pasangan pertama.Pasangan pertama ini datang dari provinsi tetangga dan merantau ke Palangka Raya untuk mencari nafkah serta berjuang untuk memberikan penghidupan yang layak bagi kedua anaknya.Dengan modal gerobak kecil mereka memulai usahanya dengan berjualan tahu/pentol dan minuman segar.Tidak semulus sesuai dengan ekspektasi, ada – ada saja ATHG (Ancaman, Tantangan, Halangan, dan Gangguan) yang mereka alami.Entah itu hasil jualan yang kurang begitu laku, sindiran dari orang – orang, hingga ancaman – ancaman kejahatan.Sebagai orang  rantau, semangat yang tiada henti disertai inovasi dalam berjualan pun dilakukan pasangan pertama ini dengan memulai kerja dari subuh hingga menjelang magrib :-o.Saat saya bercerita dan menanyakan apa gerangan yang membuat mereka bekerja keras tiada henti, jawabannya simple yaitu “kami hanya ingin bekerja keras agar kedua anak kami tidak seperti kami yang hanya berjualan sederhana seperti ini, kami ingin mereka mendapatkan penghidupan yang lebih layak dengan mengenyam pendidikan setinggi – tingginya dengan fundamental agama yang kuat dan bisa menerapkan hasil pendidikan tersebut dengan sebaik – baiknya“.Jawaban itu mampu menggetarkan jiwa saya yang sempat terpendam oleh kesenangan yang saya dapati.Mengingat kedua pasangan ini yang begitu akrab saya panggil “paman” dan “bule”, kembali mengingatkan kepada kita bahwa tanpa sepengetahuan anak – anaknya sebenarnya orangtua telah berjuang keras dibalik jalan menuju panggung kesuksesan kita, terlepas dari halal atau haramnya yang mereka lakukan, setidaknya mereka memiliki inisiatif yang luar biasa untuk memberikan sebuah penghargaan kepada anak – anaknya.Halal atau haramnya yang dilakukan, itu akan berurusan langsung dengan Tuhan.Alhasil, anak sulung dari pasangan pertama ini sekarang sedang menjajaki kelas XII di sekolah keagamaan dengan prestasi akademik dan non-akademik yang patut diacungi jempol jumbo, dia selalu meraih podium dikelasnya dan kemampuan karatekanya yang mampu menerbangkannya ke luar pulau kalimantan untuk berkompetisi, excellent.Kemudian anak bungsu mereka yang sudah lulus pendidikan Sekolah Dasar, saat ini sedang beradaptasi dengan suasana pondok pesantren di provinsi tetangga.Luar biasa, jika mengingat perjuangan pasangan pertama ini yang tiada henti bekerja keras dan berinovasi, menghiraukan kepentingan pribadi demi masa depan anak – anaknya.

Kemudian, kisah dari pasangan kedua yang berjualan bakso dan makanan – makanan khas jawa.Mereka datang dari pulau seberang dengan tekad yang sama seperti pasangan pertama, untuk mencari nafkah dan menghidupi ketiga anaknya hingga menjadi “orang”.ATHG yang dialami pasangan yang biasa saya panggil “pale” dan “bule” ini pun sama beratnya bahkan lebih ‘luar biasa’ dari pasangan pertama.Pernah diisukan (only issue, I don’t claim there is true or false) bahwa daging bakso/kuah bakso yang mereka jual dicampur dengan ‘sesuatu’ yang seharusnya sangat tidak layak untuk digunakan sehingga menyebabkan jualan mereka sempat tersendat, serta pernah diisukan pula bahwa yang dijual adalah makanan yang expired, dsb.Namun, begitu saya tanya kepada mereka, apa yang mereka perbuat jika ada orang – orang yang berkata demikian, mereka menjawab “Kami diam saja.Tak perlu rasa dendam, rasa dengki.Kami tahu apa yang kami perbuat dan apa yang kami berikan untuk pelanggan, untuk urusan itu biar Tuhan saja yang mengaturnya”.Begitu berat ATHG yang mereka alami, namun perjuangan tidak akan pernah habis, never ending.Dengan motivasi demi menghidupi anak mereka, alhasil ketiga anak mereka sekarang mampu mengenyam pendidikan tinggi.Anak sulung mereka kini sedang menjajaki pendidikan di salah satu universitas di Kairo, Mesir.Anak keduanya merupakan sarjana lulusan salah satu universitas negeri di Indonesia, serta anak bungsu yang sekarang sedang menempuh pendidikan kebidanan di kota cantik.Subhannallah, perjuangan yang luar biasa demi penghidupan anak – anaknya.Ketika saya tanyakan lagi, apa yang menjadi fokus mereka untuk pendidikan anak – anaknya, jawabnya “fokus utama adalah pengetahuan agama, jika pengetahuan agama bagus maka prosedur dalam mencapai kesuksesan akan lebih mudah dengan substansi agama yang telah dimiliki“.Awesome !

Begitulah kisah nyata yang mungkin kurang begitu menarik dalam bentuk tulisan yang saya tuangkan diatas, namun setidaknya Anda dapat mengambil makna dari kisah perjuangan tersebut.Dan lagi, semoga di Bulan Suci Ramadhan ini kisah tersebut mengawali kita untuk kembali di jalan Allah untuk membalas jasa perjuangan orangtua kita.Amin.

About these ads

Actions

Information

One response

7 08 2012
testimoni ace maxs

Amiinnn,,bagus kok postingan nya menginspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 29 other followers

%d bloggers like this: