Dibalik makna kaya secara umum, ditemukan pemikiran tentang sigma kekayaan.Orang kaya sesungguhnya bukanlah mereka yang sekedar kaya harta, melainkan juga memiliki potensi kaya lainnya.Orang kaya sesungguhnya adalah orang yang benar-benar menjalankan perintah Allah SWT sehingga kekayaan mereka benar-benar berkah dan bermanfaat untuk orang banyak.Alhasil, kaya itu harus dan wajib bagi kita guna menjadi sebaik-baik manusia yaitu yang paling bermanfaat buat sesamanya.Karena itu, sebaiknya kaya itu bukanlah keinginan, keinginan bisa berubah dan akan menjerumuskan kita pada nafsu duniawi yang banyak menipu.Kaya semestinya menjadi suatu keharusan sehingga menjadi wajib dan tidak berubah.Bukankah Allah menitipkan kepada semua manusia kemampuan yang luar biasa dengan otaknya dan kekuatan luar biasa dengan fisiknya ?
Sesungguhnya kebaikan tidak datang bersama keburukan.Di antara tumbuhan yang tumbuh di musim semi ada tumbuhan yang membunuh atau hampir membunuh.Yang memakannya tidak ada melainkan hewan pemakan tanaman hijau, hingga bila kedua sisi perutnya menggelembung disesaki oleh tanaman itu, hewan itu menjemur diri, membuang kotoran, kencing, dan tertidur.Sesungguhnya harta benda itu menghijaukan mata dan terasa manis, dan sebaik-baiknya pemilik harta benda itu adalah seseorang yang memberikan sebagian darinya kepada orang-orang miskin dan anak-anak yatim piatu.
Seseorang bisa dikatakan kaya jika memiliki sigma kekayaan, yaitu kaya ghirah (semangat), kaya input (masukan ilmu, pengalaman dan wawasan), kaya gagasan (kreatif dan inovatif), kaya ibadah, dan kaya hati.Maka bonus dari semua sigma kekayaan tersebut adalah kaya harta.
Visi kaya adalah sebuah harapan, cita-cita, dan prediksi luhur apabila dikaitkan dengan mencari anugerah-Nya dan mengoptimalkan diri sebagai khalifah di muka bumi ini.Karena itu jangan ragu untuk minta rezeki sebanyak-banyaknya kepada Allah melalui jalan usaha yang kita pilih (seperti menjadi karyawan atau wirausaha).Gantungkan harapan menjadi kaya pertama dan terakhir hanya kepada Allah sebab Dia-lah yang Maha Pemberi Rezeki.
4 tipe manusia berkaitan dengan harta dan gaya hidup :
- Orang berharta dan memperlihatkan hartanya
Biasanya bergaya hidup mewah.Ia akan menjadi hina kalau bersikap sombong dan merendahkan orang lain yang dianggap tak selevel dengan dia.
- Orang yang tidak berharta banyak, tetapi ingin kelihatan berharta
Gaya hidup mewah sebenarnya diluar kemampuan dia, namun ia ingin selalu tampil lebih daripada kenyataan.Tidaklah aneh bila keadaan finansialnya “lebih besar pasak daripada tiang”
- Orang tak berharta tetapi berhasil hidup bersahaja
Orang seperti ini tidak terlalu rumit dalam menjalani hidup karena tidak tersiksa oleh keinginan, tidak ruwet oleh pujian dan penilaian orang lain, kebutuhan hidupnya pun sederhana saja.
- Orang yang berharta tetapi hidup bersahaja
Orang yang mulia dan memiliki keutamaan.Dia mampu membeli apapun yang dia inginkan, namun berhasil menahan dirinya untuk hidup seperlunya.
Mempunyai harta tetapi tidak mempunyai ilmu maka harta akan menipu dirinya.Mempunyai kedudukan tetapi tetapi tidak mempunyai ilmu maka kedudukan yang akan menjatuhkannya.Mempunyai kekuasaan tetapi tidak mempunyai ilmu maka kekuasaan yang akan menjajah dirinya.Mempunyai apapun tanpa ilmu maka kehinaan dan kesengsaraan akan menimpanya, baik di dunia maupun di akhirat.
Semoga aktivitas menuntut ilmu yang kita lakukan dapat membantu kita untuk mengenal asset termahal dalam hidup kita, yaitu hati.Hidupkan hati dengan memperbanyak ilmu.Dengan ilmu, hati kita akan terbuka terhadap kebaikan.Jadikanlah ilmu sebagai kekayaan hati kita.Hati ini tidak akan tenang dengan dunia.Hati ini akan tenang dengan mengingat-Nya.Jauh dari-Nya akan membuat hati kita gelisah dan tidak tahu arah hidup.Jalan yang kita lalui pun bisa menjadi terasa gelap karena hati kita tertutup.Jangan pernah merasa sukses dengan mendapatkan sesuatu.Kesuksesan kita adalah keberhasilan kita dalam mempersembahkan yang terbaik untuk kepentingan umat.Kita tahu bahwa hidup di dunia hanya sementara.Alangkah bahagia jikalau esok lusa ajal menjemput, kita benar-benar sudah melakukan yang terbaik dari hidup kita, untuk umat, untuk keluarga dan untuk sebanyak-banyaknya makhluk Tuhan.
COMMENTATORS